Rabu, 17 Desember 2008

Cara Kerja Hacker

Melindungi Komputer Anda dari Serangan Hacker PDF Cetak E-mail

Hacker bisa diandaikan sebagai lalat yang sangat mengganggu. Bagi sebagian besar orang para hacker ini memang dituduh sebagai biang pengganggu dari jalur dunia maya. Aktivitasnya telah meresahkan banyak perusahaan besar ataupun institusi besar. Sebut saja satu contoh kasus Novell Inc., Motorola Inc., Sun Microsystems Inc., dan Nokia Corp. Jaringan komputer keempat perusahaan ini berhasil dibobol Kevin Mitnick, seorang hacker yang cukup populer di Amerika. Pada tahun 2004, situs tabulasi KPU juga diusik seorang hacker dari sebuah warnet di Jogjakarta.

Anda mungkin penasaran dengan aktivitas para hacker ini. Bermodal pelacakan sebuah alamat IP, para hacker ini bisa membobol sistem keamanan komputer seseorang dari jarak jauh—antar negara. Bahkan, sistem database dalam server sebuah perusahaan pun bisa ditelusuri para hacker.

Dalam buku The Secret of Hacker yang ditulis oleh Rahmat Putra, dibeberkan bagaimana memasuki sistem komputer seseorang dalam 15 detik. Nah, langkah pertama adalah melacak IP address si client. Rahmat coba membuka rahasia ini kepada khalayak awam. Sebenarnya, siapapun Anda bisa menjadi hacker.

The Secret of Hacker yang diterbitkan oleh mediakita memberi gambaran tentang :
• Bagaimana cara kerja hacker membobol sistem komputer,
• Apa saja alat yang digunakan hacker,
• Apa saja yang bisa di-hack dari komputer ,
• Daftar file aman yang dapat diterima komputer
• Tip dan trik melindungi diri dari serangan hacker

Lalu bagaimana data-data itu bisa dibobol, rekening bank bisa diambil, dan isi e-mail bisa diintip? Lewat medium Trojan biasanya digunakan para hacker untuk mengintai keberadaan isi komputer. Dalam buku ini Rahmat menyebutkan Trojan sebagai program kecil yang secara efektif memberikan Remote Control kepada hacker untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh secara keseluruhan (halaman 9).

Penasaran menelisik cara kerja hacker? Simak dalam lembaran-lembaran rahasia yang ditulis Rahmat Putra dalam buku The Secret of Hacker. Buku ini disertai bonus CD Antivirus dan Antitrojan. Buku ini juga mengulas tip dan trik melindungi diri dari serangan hacker.

Saran : Bpk jgn bnyakin tugas because qta ga pnya dwit ntk ke warnet .
Kritik : Bnykin komputer, fasilitasnya bagusin, popoknya yg de best deh .

Selasa, 25 November 2008

kejahatan komputer

Pemerasan Ala Hacker Makin Ganas

Pemerasan yang memanfaatkan serangan DDoS makin mengganas. Jika sebelumnya target adalah situs judi atau situs porno, kini situs keuangan masuk dalam daftar korban.

DDoS (distributed denial of service) adalah salah satu jenis serangan cyber favorit untuk melumpuhkan sebuah situs. Seperti banyak serangan di Internet, DDoS cukup akrab dengan dunia hacker.

Serangan itu, beberapa bulan terakhir, kerap digunakan untuk tindak kejahatan pemerasan. Pelaku serangan akan mengancam korbannya dengan serangan DDoS. Lazimnya pemerasan, korban dipaksa membayar sejumlah uang tertentu untuk menghindari serangan.

Target serangan biasanya adalah situs 'remang-remang' yang mengoperasikan perjudian atau konten porno. Namun parahnya, modus itu mulai merambah ke situs pemroses transaksi kartu kredit.

Hal tersebut terjadi pada situs Authorize.net. Situs tersebut merupakan penyedia jasa proses transaksi kartu kredit. Authorize digunakan untuk menentukan validitas data kartu kredit pelanggan dan bisa juga untuk mencegah pencurian kartu kredit.

Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Sampai dengan tanggal 22 September waktu setempat (Authorize.net berbasis di Amerika Serikat -red.) Authorize.net masih mengalami serangan secara acak. Sebelum serangan dimulai, Authorize mengaku menerima surat pemerasan.

Naftali Bennet, CEO perusahaan keamanan internet Cyota, melihat 'manfaat' ganda yang didapatkan dari serangan terhadap Authorize dan penyedia jasa sejenis. "Sementara layanan online mereka mati, transaksi bisa jadi harus diproses secara manual lewat telepon. Ini akan menyebabkan penundaan, dan dapat menguntungkan pengguna kartu kredit palsu (carder -red.)," tuturnya.

Serangan DDoS, ujar Bennet, sebenarnya berawal dari pekerjaan iseng. Namun hal itu berlanjut jadi kegiatan kriminal saat dibarengi dengan pemerasan. "Biasanya calon korban adalah situs judi atau situs porno, pasalnya status mereka yang 'remang-remang' akan membuat mereka malas menghubungi polisi dan lebih memilih untuk membayar," Bennet menjelaskan.